SEO Modern 2019 - www.solusina.com

Algoritma Google sekarang di design pakai machine learning, artificial intelligence dan big data.
Pernah denger ada robot yang dibuat dengan kecerdasan buatan?

Kalau belum denger, coba cari2 di Google, udah ada banyak banget robot macam gini. Salah satunya bisa main catur.



Robot yang bisa main catur ini awalnya "bego", tapi terus diajarin main catur dan hanya dalam 4 jam, dia udah bisa main catur.

Proses belajar si robot ini "learning by doing", makin sering main catur, makin dia jago. Itu sangarnya kecerdasan buatan.

Kita balik ke masalah SEO, karena algoritma Google sekarang di design pakai itu.
Jadi kalau terus main SEO pakai cara usang, siap2 aja kena hantam. Simple aja, karena si algoritma akan terus belajar menyesuaikan diri sama maunya manusia.

Di era SEO Modern seperti sekarang, banyak teknis lama yg sebenernya masih works. Anggaplah misal backlink.

Tapi power backlink ini juga gak sekonyong-konyong bisa naikin ranking. Ada alur yg membuat sebuah link punya bobot di mata Google.

Singkatnya...
Google menilai backlink sekarang bukan cuma link yang asal nancep doang. Tapi apakah backlink tersebut memang "punya manfaat" untuk user.
Menilainya dari mana?

Dari interaksi user terhadap link yg ada.
Contohnya gimana?
Misal blog saya dapet backlink artikel "10 Blog untuk Belajar SEO". Nilainya jelas akan lebih bagus daripada cuma sekadar link yang nancep, misal dari backlink profile.
Kenapa gitu?
Karena kontekstual dan bisa terjadi sebuah interaksi (user klik link untuk mengunjungi).

***

Itu baru sebatas offpage. Kalau onpage gimana?
Singkatnya, secara teori ada 2 poin.
1. CTR Tinggi
2. Bounce Rate Rendah
CTR Tinggi saya kasih contoh sederhana, dapet "featured snippets". Awalnya di urutan 9 misalnya, gak di backlink, gak di apa2in, karena CTR tinggi rank ketarik naik.
Kalau bounce rate gimana?
Yang mempengaruhi banyak.
1. Pagespeed, makanya Google udah bilang bakal jadi sinyal buat SEO. Itu kenapa Google juga ngeluari AMP.
2. Mobile friendly, ini udah kebukti sama algoritma mobile first.
3. UI dan UX.
4. Search Intent. Contoh kasusnya senderhana. Misalnya saja saya ada keyword "Belajar SEO", tanpa disengaja ngerank di 1 keyword "Belajar" (ini misal lo ya).
Lama2 1 keyword "belajar" doang ini bakal terjun bebas sendirinya, karena orang ngetik "belajar" bukan untuk nyari artikel belajar SEO. Mungkin belajar yang lain.

***

Well terakhir, main SEO sekarang justru menurut saya pribadi sangat gampang banget. Asal paham strategi SEO modern itu maunya gimana.

Kuncinya: nurutin maunya user, jadi sebelum ngerjain seo, bikin dulu user persona.
Kalau di marketing biasanya disebut buyer persona. Buyer persona adalah orang fiktif yang sengaja diciptakan dengan karakteristik tertentu sebagai target konsumen.

Kalau udah ada nih user personanya. Kita bakal dapet gambaran.
1. Design blog kaya apa
2. Nanti tulisan / artikel kaya apa
3. Dsb.

Jadi
Beli theme juga gak ngasal keren trus dibeli, cek dulu sesuai gak sama target visitor.
Beli artikel ya gak main asal publish, cek dulu udah sesuai belum dengan user personanya.
Misal nih https://bahureksa.club, kalau theme-nya berantakan, jelas kalian males lah baca. Trus artikelnya saya order, kan malah lucu jadinya.

Tapi karena bener-bener saya rumat, saya riset dulu sebelum dibikin artikel. Bounce rate di artikel "Blueprint SEO" rendah banget, orang rata2 baca 04.57 menit.

Dan...
Kalau di cek di Google (Indonesia), keyword "Blueprint SEO" udah page one (di hp saya urutan 7). Kurang dari 1 bulan (publish 25 mei 2019).
Gitu...
DONASI VIA PAYPAL Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda membantu Admin untuk lebih giat lagi dalam membagikan template blog yang berkualitas. Terima kasih.
Postingan Lebih Baru Postingan Lebih Baru Postingan Lama Postingan Lama

Komentar

Posting Komentar

Label